Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan serapan semen pada semester I/2019 cukup memprihatinkan, baik secara bulanan pada Mei dan Juni 2019 maupun selama Januari—Juni 2019.
Asosiasi menilai buruknya serapan semen pada paruh pertama tahun ini karena proyek-proyek belum dimulai.
Baca Juga: harga semen
Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan konsumsi semen pada Juni anjlok 27,4% secara bulanan menjadi 2,7 juta ton. Namun, konsumsi semen pada Juni naik 12,8% secara tahunan. Widodo menduga hal tersebut disebabkan oleh libur lebaran selama 10 hari.
“[Konsumsi tersebut] relatif sangat kecil karena kemampuan produksi kami [produsen lokal] bisa 7 juta ton per bulan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (11/7/2019).
Selain itu, lanjutnya, konsumsi bulan Mei turun 10% secara tahunan. Alhasil, konsumsi pada paruh pertama mengalami penurunan konsumsi sejumlah 670.000 ton secara tahunan dengan permintaan semen rata-rata hanya 4,9 juta ton per bulan. Adapun, rata-rata konsumsi semen pada semester I/2018 mencapai 6,58 juta ton per bulan.
Menurutnya, banyak pabrikan yang menghentikan sementara sebagian unit produksinya pada Mei dan Juni seperti PT Semen Indonesia Tbk. dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. karena stok semen dan klinker menumpuk di pabrik dan gudang-gudang penyangga.
Widodo mengatakan pertumbuhan konsumsi semen pada semester I/2019 hanya terjadi di wilayah timur yang hanya berkontribusi 25% dari konsumsi nasional.
Sementara itu, serapan semen di Jawa dan Sumatra yang menopang 75% konsumsi nasional turun 3,41% atau sekitar 792.957 ton secara tahunan.
Widodo berharap permintaan sudah pulih pada Juli untuk mengejar target pertumbuhan konsumsi nasional pada akhir tahun maksimal 2% dari realisasi tahun lalu.
Artikel Terkait: pondasi batu kali
Widodo menghitung harus ada penambahan konsumsi sejumlah 40,1 juta ton pada semester II/2018. Dengan kata lain, harus ada penambahan konsumsi per bulan sebesar 1,82% secara tahunan per bulan sebesar 6,7 juta ton. “Ini angka yang cukup besar.”
Blog pribadi yang mengulas rangkain ilmu pengetahuan dan informasi paling aktual secara gratis untuk teman teman semuanya
Saturday, July 13, 2019
Friday, July 5, 2019
Camat Minta Usaha Jual Beli Baja dan Bahan Bangunan Mendapat Izin IUMK
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta senantiasa memberikan dukungan nyata terhadap penciptaan iklim usaha yang kondusif di Ibu Kota. Hal ini diwujudkan dalam kegiatan Penyerahan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) kepada pengusaha Mikro dan Kecil di Wilayah Kecamatan Sawah Besar di Lokasi Sementara (LOKSEM) JP 27 Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Baca Juga: baja ringan
Acara penyerahan IUMK dilakukan secara simbolis oleh Camat Sawah Besar, Martua Sitorus kepada beberapa pedagang dengan didampingi Kepala Unit Pelaksana (UP) PTSP Kecamatan dan UP PTSP Kelurahan se-wilayah Sawah Besar diikuti dengan penyerahan NPWP secara simbolis oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Sawah Besar 2.
Mertua mengatakan, dalam menjalankan pemerintahan, koordinasi sangat penting agar program- program yang dicanangkan dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini pihaknya kata Mertua sudah berkoordinasi dengan UP PTSP Kecamatan dan Kelurahan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemberian IUMK.
"Hal ini sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil,” kata Martua Sitorus kepada Republika, Senin (3/12).
Menurut Martua dengan memiliki IUMK, pedagang akan mendapatkan kepastian dan jaminan keamanan usaha secara hukum. Selain itu pedagang juga akan mendapatkan kemudahan akses dana ke perbankan dan lembaga non perbankan.
Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Sawah Besar dalam berwirausaha selalu mengikuti peraturan yang ada dan segera mengajukan IUMK ke UP PTSP Kelurahan terdekat.
“Saya mengimbau kepada para pelaku UMKM, khususnya anggota LOKSEM JP 27 dan para pengusaha kecil yang berdomisili di wilayah Sawah Besar untuk segera membuat IUMK untuk mendapatkan kepastian,” kata dia.
Kepala UP PTSP Kecamatan Sawah Besar Suryandari mengatakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta melalui UP PTSP Kecamatan Sawah Besar terus berupaya membangun iklim usaha yang kondusif dan mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan memberikan jaminan kepastian hukum kepada para pedagang mikro dan kecil melalui penerbitan IUMK di UP.PTSP Kelurahan.
“DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, memegang komitmen untuk memberikan dukungan nyata dalam mendorong iklim usaha yang kondusif," kata Suryandari.
Selain itu, kata Suryandari, pihaknya sekaligus menyediakan lingkungan yang mampu mendorong pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) secara sistematik, mandiri dan berkelanjutan. Terlebih UMK memiliki peran sangat vital di masyarakat karena merupakan penyedia bahan-bahan pokok yang paling mudah dijangkau dengan harga relatif murah.
Suryandari juga menyebutkan, sampai dengan bulan November 2018 PTSP Kecamatan Sawah Besar telah menerbitkan 331 IUMK dengan tiga kelurahan terbanyak yang menerbitkan IUMK yaitu UP PTSP Kelurahan Pasar Baru sebanyak 116 izin, UP PTSP Kelurahan Gunung Sahari Utara sebanyak 75 izin dan UP PTSP Kelurahan Mangga Dua Selatan sebanyak 73 izin.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2018 sampai dengan November ini jumlah penerbitan IUMK semakin bertambah. Para pedagang sudah mulai menyadari pentingnya memiliki IUMK bagi usahanya, dan menyanggupi untuk memenuhi peraturan pendirian usaha yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Suryandari.
Pada kesempatan yang sama, Jajaran UP PTSP Kecamatan Sawah Besar juga melaksanakan penyerahan langsung Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) ke rumah pelaku usaha mikro kecil, Nurhayah. Ia merupakan pengrajin bunga akrilik yang berada di RT 006/08, Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat.
Artikel Terkait: kitchen setkitchen setkitchen set
Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta sampai dengan tanggal 24 November 2018 jumlah Izin Kategori Usaha Mikro dan Kecil telah diterbitkan sebanyak 27.223 izin yang terdiri dari IUMK sebanyak 10.820 izin dan 16.403 merupakan SIUP Mikro, SIUP Kecil, SP-PIRT dan SKU.
Dari data IUMK yang diterbitkan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 19.387 orang dengan Total Nilai Investasi sebesar Rp 240 miliar.
Baca Juga: baja ringan
Acara penyerahan IUMK dilakukan secara simbolis oleh Camat Sawah Besar, Martua Sitorus kepada beberapa pedagang dengan didampingi Kepala Unit Pelaksana (UP) PTSP Kecamatan dan UP PTSP Kelurahan se-wilayah Sawah Besar diikuti dengan penyerahan NPWP secara simbolis oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Sawah Besar 2.
Mertua mengatakan, dalam menjalankan pemerintahan, koordinasi sangat penting agar program- program yang dicanangkan dapat terlaksana dengan baik. Dalam hal ini pihaknya kata Mertua sudah berkoordinasi dengan UP PTSP Kecamatan dan Kelurahan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemberian IUMK.
"Hal ini sesuai dengan prosedur yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2018 tentang Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil,” kata Martua Sitorus kepada Republika, Senin (3/12).
Menurut Martua dengan memiliki IUMK, pedagang akan mendapatkan kepastian dan jaminan keamanan usaha secara hukum. Selain itu pedagang juga akan mendapatkan kemudahan akses dana ke perbankan dan lembaga non perbankan.
Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Sawah Besar dalam berwirausaha selalu mengikuti peraturan yang ada dan segera mengajukan IUMK ke UP PTSP Kelurahan terdekat.
“Saya mengimbau kepada para pelaku UMKM, khususnya anggota LOKSEM JP 27 dan para pengusaha kecil yang berdomisili di wilayah Sawah Besar untuk segera membuat IUMK untuk mendapatkan kepastian,” kata dia.
Kepala UP PTSP Kecamatan Sawah Besar Suryandari mengatakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta melalui UP PTSP Kecamatan Sawah Besar terus berupaya membangun iklim usaha yang kondusif dan mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan memberikan jaminan kepastian hukum kepada para pedagang mikro dan kecil melalui penerbitan IUMK di UP.PTSP Kelurahan.
“DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, memegang komitmen untuk memberikan dukungan nyata dalam mendorong iklim usaha yang kondusif," kata Suryandari.
Selain itu, kata Suryandari, pihaknya sekaligus menyediakan lingkungan yang mampu mendorong pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) secara sistematik, mandiri dan berkelanjutan. Terlebih UMK memiliki peran sangat vital di masyarakat karena merupakan penyedia bahan-bahan pokok yang paling mudah dijangkau dengan harga relatif murah.
Suryandari juga menyebutkan, sampai dengan bulan November 2018 PTSP Kecamatan Sawah Besar telah menerbitkan 331 IUMK dengan tiga kelurahan terbanyak yang menerbitkan IUMK yaitu UP PTSP Kelurahan Pasar Baru sebanyak 116 izin, UP PTSP Kelurahan Gunung Sahari Utara sebanyak 75 izin dan UP PTSP Kelurahan Mangga Dua Selatan sebanyak 73 izin.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2018 sampai dengan November ini jumlah penerbitan IUMK semakin bertambah. Para pedagang sudah mulai menyadari pentingnya memiliki IUMK bagi usahanya, dan menyanggupi untuk memenuhi peraturan pendirian usaha yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Suryandari.
Pada kesempatan yang sama, Jajaran UP PTSP Kecamatan Sawah Besar juga melaksanakan penyerahan langsung Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) ke rumah pelaku usaha mikro kecil, Nurhayah. Ia merupakan pengrajin bunga akrilik yang berada di RT 006/08, Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat.
Artikel Terkait: kitchen setkitchen setkitchen set
Berdasarkan data DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta sampai dengan tanggal 24 November 2018 jumlah Izin Kategori Usaha Mikro dan Kecil telah diterbitkan sebanyak 27.223 izin yang terdiri dari IUMK sebanyak 10.820 izin dan 16.403 merupakan SIUP Mikro, SIUP Kecil, SP-PIRT dan SKU.
Dari data IUMK yang diterbitkan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 19.387 orang dengan Total Nilai Investasi sebesar Rp 240 miliar.
Penyebab Bisnis Hiasan Lampu Paralon Banjir Pesanan hingga Luar Negeri
Biasanya, orang menggunakan pipa paralon atau yang kerap dikenal dengan pipa PVC (polyvinyl chloride) untuk membuat sistem pengairan di bangunan atau bawah tanah. Namun, tidak bagi Gatot Subiantoro.
Gatot mampu menyulap pipa-pipa paralon itu menjadi perabot ruangan. Misalnya, dibentuk menjadi lampu hias yang cantik. Sudah sejak setahun lalu, dirinya menggeluti kerajinan tangan itu.
Baca Juga: triplek
“Fungsi utamanya memang sebagai lampu hias. Tapi bisa juga sebagai pajangan atau dekorasi ruangan kalau tidak menggunakan lampu,” kata Gatot saat ditemui JawaPos.com, Sabtu (28/7).
Gatot menyulap pipa PVC menjadi berbagai macam ukiran rupa dan warna lampu hias. Mulai dari gambar wajah Presiden RI Soekarno, burung elang, dan beberapa gambar lain.
Waktu pengerjaannya, mulai dari 2 hingga 3 hari. Tergantung dari tingkat kesulitan. Jika pipanya diolah hingga tidak menyerupai pipa, pengerjaannya memakan waktu hingga seminggu.
“Ada yang berbentuk seperti menara Eifel di Paris, Perancis dan lampu meja bergaya klasik. Itu belum proses mengecatnya,” kata Gatot.
Tentunya, semua gambar dan ukirannya itu bukan atas imajinasinya sendiri. Melainkan dari pesanan para pelanggan. Termasuk, ukuran pipa yang akan menjadi bahan utama.
“Soal desain, gambar, dan warna, yang pasti pelanggan yang menentukan. Saya hanya menyerahkan perkiraan hasil jadinya sebelum pengerjaan dimulai,” kata Gatot.
Kecuali, soal bahan baku selain pipa dan teknik pengerjaannya. Sebagai pengerajin, Gatot perlu menentukan beberapa hal. Yakni, bahan cat, pemasangan kabel dan dudukan lampu, hingga teknik mengukir pipanya.
Gatot menjelaskan, dia menggunakan beragam teknik saat mengerjakan ukiran gambar pada pipa. Tekniknya, disesuaikan dengan gambar yang dipesan pelanggan.
Demikian juga dengan pewarnaan. Gatot menggunakan cat acrylic jika pelanggan ingin pipa paralon lebih terang saat lampu di dalamnya menyala. Menurutnya, cat acrylic tidak terlalu pekat dan kental.
Sehingga, mampu meneruskan cahaya yang berpendar dari dalam pipa. Berbeda jika menggunakan cat minyak. Warna cat minyak lebih pekat. Cairan catnya juga relatif lebih kental.
Karenanya, saat disinari dari dalam, cahaya yang berpendar tidak menembus dinding pipa. “Kalau cat minyak, resikonya lebih mudah pudar ketimbang cat acrylic,” kata pria yang juga berprofesi sebagai driver PT Galileo JDS.
Soal harga, Gatot mengaku tidak terlalu mematok. Meski, dirinya tetap mempertimbangkan soal bahan baku dan tingkat kesulitan pengerjaan. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu. Dengan kisaran harga itu, Gatot mampu meraup omzet, setidaknya Rp 6 juta per bulan.
Artikel Terkait: harga semen
Namun, Gatot mengaku tidak terlalu mementingkan soal harga. Dia hanya ingin produknya dikenal masyarakat banyak. Meski, sebenarnya Gatot sudah banyak mendapat pesanan lampu hias. Mulai pesanan dari kalangan mahasiswa, hotel, hingga WNI yang tinggal di Jerman dan Brunei Darussalam.
“Kalau saya merugi tak masalah. Yang penting produk saya dikenal masyarakat. Nah, kalau sudah terkenal, rejeki pasti datang sendiri,” katanya.
Gatot mampu menyulap pipa-pipa paralon itu menjadi perabot ruangan. Misalnya, dibentuk menjadi lampu hias yang cantik. Sudah sejak setahun lalu, dirinya menggeluti kerajinan tangan itu.
Baca Juga: triplek
“Fungsi utamanya memang sebagai lampu hias. Tapi bisa juga sebagai pajangan atau dekorasi ruangan kalau tidak menggunakan lampu,” kata Gatot saat ditemui JawaPos.com, Sabtu (28/7).
Gatot menyulap pipa PVC menjadi berbagai macam ukiran rupa dan warna lampu hias. Mulai dari gambar wajah Presiden RI Soekarno, burung elang, dan beberapa gambar lain.
Waktu pengerjaannya, mulai dari 2 hingga 3 hari. Tergantung dari tingkat kesulitan. Jika pipanya diolah hingga tidak menyerupai pipa, pengerjaannya memakan waktu hingga seminggu.
“Ada yang berbentuk seperti menara Eifel di Paris, Perancis dan lampu meja bergaya klasik. Itu belum proses mengecatnya,” kata Gatot.
Tentunya, semua gambar dan ukirannya itu bukan atas imajinasinya sendiri. Melainkan dari pesanan para pelanggan. Termasuk, ukuran pipa yang akan menjadi bahan utama.
“Soal desain, gambar, dan warna, yang pasti pelanggan yang menentukan. Saya hanya menyerahkan perkiraan hasil jadinya sebelum pengerjaan dimulai,” kata Gatot.
Kecuali, soal bahan baku selain pipa dan teknik pengerjaannya. Sebagai pengerajin, Gatot perlu menentukan beberapa hal. Yakni, bahan cat, pemasangan kabel dan dudukan lampu, hingga teknik mengukir pipanya.
Gatot menjelaskan, dia menggunakan beragam teknik saat mengerjakan ukiran gambar pada pipa. Tekniknya, disesuaikan dengan gambar yang dipesan pelanggan.
Demikian juga dengan pewarnaan. Gatot menggunakan cat acrylic jika pelanggan ingin pipa paralon lebih terang saat lampu di dalamnya menyala. Menurutnya, cat acrylic tidak terlalu pekat dan kental.
Sehingga, mampu meneruskan cahaya yang berpendar dari dalam pipa. Berbeda jika menggunakan cat minyak. Warna cat minyak lebih pekat. Cairan catnya juga relatif lebih kental.
Karenanya, saat disinari dari dalam, cahaya yang berpendar tidak menembus dinding pipa. “Kalau cat minyak, resikonya lebih mudah pudar ketimbang cat acrylic,” kata pria yang juga berprofesi sebagai driver PT Galileo JDS.
Soal harga, Gatot mengaku tidak terlalu mematok. Meski, dirinya tetap mempertimbangkan soal bahan baku dan tingkat kesulitan pengerjaan. Mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu. Dengan kisaran harga itu, Gatot mampu meraup omzet, setidaknya Rp 6 juta per bulan.
Artikel Terkait: harga semen
Namun, Gatot mengaku tidak terlalu mementingkan soal harga. Dia hanya ingin produknya dikenal masyarakat banyak. Meski, sebenarnya Gatot sudah banyak mendapat pesanan lampu hias. Mulai pesanan dari kalangan mahasiswa, hotel, hingga WNI yang tinggal di Jerman dan Brunei Darussalam.
“Kalau saya merugi tak masalah. Yang penting produk saya dikenal masyarakat. Nah, kalau sudah terkenal, rejeki pasti datang sendiri,” katanya.
Ini Dia Miniatur Tokoh Budaya Berbahan Dasar Koran Bekas
Seorang pengrajin di Cirebon, Jawa Barat, membuat minatur tokoh budaya Indonesia dengan bahan dasar koran bekas. Selain ramah lingkungan, miniatur koran dinilai lebih kuat dan tahan lama dibandingkan yang terbuat dari tanah liat.
Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (23/2/2019), Deni Roza pengrajin patung dari Sangar Sinau Art, di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, awalnya membuat miniatur dari tanah liat.
Baca Juga: harga borongan bangunan
Namun, miniatur tanah liat cepat pecah apabila jatuh. Oleh karena itu, Deni mencoba cari bahan dasar lain. Banyaknya sampah koran di lingkungan sekitar, menginspirasi dirinya untuk membuat patung dari koran bekas.
Cara membuatnya dimulai dari pembuatan kerangka dengan besi bonsai. Kemudian kertas yang sebelumnya sudah dipotong-potong disatukan dan tempelkan pada tulang besi untuk membentuk badan miniatur. Selanjutnya miniatur yang sudah terbentuk diwarnai dengan cat akrilik anti air.
“Pembuatannya sehari bisa dua karakter. Setengah hari untuk pembuatan kerangka, sisanya untuk pengecatan,” ujar Deni Roza.
Minatur dijual dengan harga sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Kebanyakan miniatur dipesan oleh komunitas dan pemilik cafe.
Artikel Terkait: tandon air
Pesanan bukan hanya datang dari berbagai kota di dalam negeri saja, tetapi sudah ada dari negara lain seperti Malaysia dan India.
Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (23/2/2019), Deni Roza pengrajin patung dari Sangar Sinau Art, di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, awalnya membuat miniatur dari tanah liat.
Baca Juga: harga borongan bangunan
Namun, miniatur tanah liat cepat pecah apabila jatuh. Oleh karena itu, Deni mencoba cari bahan dasar lain. Banyaknya sampah koran di lingkungan sekitar, menginspirasi dirinya untuk membuat patung dari koran bekas.
Cara membuatnya dimulai dari pembuatan kerangka dengan besi bonsai. Kemudian kertas yang sebelumnya sudah dipotong-potong disatukan dan tempelkan pada tulang besi untuk membentuk badan miniatur. Selanjutnya miniatur yang sudah terbentuk diwarnai dengan cat akrilik anti air.
“Pembuatannya sehari bisa dua karakter. Setengah hari untuk pembuatan kerangka, sisanya untuk pengecatan,” ujar Deni Roza.
Minatur dijual dengan harga sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Kebanyakan miniatur dipesan oleh komunitas dan pemilik cafe.
Artikel Terkait: tandon air
Pesanan bukan hanya datang dari berbagai kota di dalam negeri saja, tetapi sudah ada dari negara lain seperti Malaysia dan India.
Penyebab Pengrajin "Action Figure" Capres Banjir Pesanan
Momentum Pemilu 2019 dimanfaatkan seorang perajin action figure berkarakter calon Presiden asal Kelurahan Jajar Kecamatan Laweyan Kota Solo Jawa Tengah.
Perajin Iwan Wiryawan (41) warga RT 02 RW 06 Jalan Duku VIII No.14 Jajar Solo, di Solo, Selasa, mengaku, dirinya tak sekedar membuat kerajinan action figure karakter Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, untuk meraih rejeki melalui karyanya, namun juga menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Baca Juga: harga akrilik
"Saya melalui karyanya ini, ingin menyampaikan pesan momen Pilpres ini jangan sampai membuat para pendukung masing-masing pasangan calon memanas," kata Iwan Wiryawan yang mengaku pensiunan satpam sebuah bank di Solo.
Iwan Wiryawan dengan memiliki hobi melukis mencoba berkreasi dengan membuat mini figure capres paslon nomor urut 01 dan 02. Dirinya mulai mencoba menekuni melukis secara otododak sejak 2000 hingga sekarang.
Iwan dari tangannya yang terampil membuat kerajinan yang tercipta karya indah berupa mini figure para tokoh, negarawan, dan pejabat untuk dipasarkan ke masyarakat umum.
"Saya membuat mini figure para tokoh atau negarawan itu, sebetulnya sejak 2014, tetapi belum dipasarkan untuk umum. Sedangkan pada 2019 mulai produksi lagi untuk pasar," kata Iwan mengaku seorang bapak miliki dua anak itu.
Artikel Terkait: harga kabel
Iwan mengatakan makin panasnya suhu politik pada pehelatan Pilpres 2019 ini, membuat dirinya membuat mini figure tokoh Jokowi dan Prabowo yang mengenakan pakaian adat berbangkon yang bisa bergerak geleng-geleng kepalanya.
Menurut dia, dengan mini figure tersebut dirinya ingin mengajak masyarakat untuk menikmati momen pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali ini, dengan santai dan damai dari karyanya.
Iwan yang hanya sendirian dan tidak dibantu tenaga kerja kemampuan produksi mini figure tokoh negarawan tersebut rata-rata satu produk membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Proses produksi tidak mengalami kesulitan, kata dia, dengan bahan baku clay atau rubber resin atau fiber glass dan akrilik untuk pewarnaan yang mudah dicari di pasaran. hasil karyanya ini, memiliki tingkat kedetailan yang mirip dengan aslinya seperti bola mata, ekspresi hingga guratan pada wajahnya agak sulit dibuat.
"Saya membuat tokoh dengan pakai pakaian adat itu, artinya asli produksi Indonesia. Saya bikin bisa geleng-geleng itu, karena situasi politik sedang memanas. Namun, mereka jika melihat itu, minimal tersenyum tidak jadi emosi," kata Iwan.
Menurut dia, harga setiap mini figure tokoh Jokowi dan Prabowo ini, dibandol harga Rp350 ribu hingga Rp1 juta, dan pesanan melalui daring banyak datang dari Jakarta. Januari menerima pesanan sebanyak 15 buah mini figure Capres Jokowi dan Prabowo. Begitu juga Februari dan Maret ini, juga banyak menerima pesanan.
"Saya berharap dengan karya seni ini dapat membawa berkah dan Pemilu damai," kata Iwan.
Perajin Iwan Wiryawan (41) warga RT 02 RW 06 Jalan Duku VIII No.14 Jajar Solo, di Solo, Selasa, mengaku, dirinya tak sekedar membuat kerajinan action figure karakter Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, untuk meraih rejeki melalui karyanya, namun juga menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Baca Juga: harga akrilik
"Saya melalui karyanya ini, ingin menyampaikan pesan momen Pilpres ini jangan sampai membuat para pendukung masing-masing pasangan calon memanas," kata Iwan Wiryawan yang mengaku pensiunan satpam sebuah bank di Solo.
Iwan Wiryawan dengan memiliki hobi melukis mencoba berkreasi dengan membuat mini figure capres paslon nomor urut 01 dan 02. Dirinya mulai mencoba menekuni melukis secara otododak sejak 2000 hingga sekarang.
Iwan dari tangannya yang terampil membuat kerajinan yang tercipta karya indah berupa mini figure para tokoh, negarawan, dan pejabat untuk dipasarkan ke masyarakat umum.
"Saya membuat mini figure para tokoh atau negarawan itu, sebetulnya sejak 2014, tetapi belum dipasarkan untuk umum. Sedangkan pada 2019 mulai produksi lagi untuk pasar," kata Iwan mengaku seorang bapak miliki dua anak itu.
Artikel Terkait: harga kabel
Iwan mengatakan makin panasnya suhu politik pada pehelatan Pilpres 2019 ini, membuat dirinya membuat mini figure tokoh Jokowi dan Prabowo yang mengenakan pakaian adat berbangkon yang bisa bergerak geleng-geleng kepalanya.
Menurut dia, dengan mini figure tersebut dirinya ingin mengajak masyarakat untuk menikmati momen pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali ini, dengan santai dan damai dari karyanya.
Iwan yang hanya sendirian dan tidak dibantu tenaga kerja kemampuan produksi mini figure tokoh negarawan tersebut rata-rata satu produk membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Proses produksi tidak mengalami kesulitan, kata dia, dengan bahan baku clay atau rubber resin atau fiber glass dan akrilik untuk pewarnaan yang mudah dicari di pasaran. hasil karyanya ini, memiliki tingkat kedetailan yang mirip dengan aslinya seperti bola mata, ekspresi hingga guratan pada wajahnya agak sulit dibuat.
"Saya membuat tokoh dengan pakai pakaian adat itu, artinya asli produksi Indonesia. Saya bikin bisa geleng-geleng itu, karena situasi politik sedang memanas. Namun, mereka jika melihat itu, minimal tersenyum tidak jadi emosi," kata Iwan.
Menurut dia, harga setiap mini figure tokoh Jokowi dan Prabowo ini, dibandol harga Rp350 ribu hingga Rp1 juta, dan pesanan melalui daring banyak datang dari Jakarta. Januari menerima pesanan sebanyak 15 buah mini figure Capres Jokowi dan Prabowo. Begitu juga Februari dan Maret ini, juga banyak menerima pesanan.
"Saya berharap dengan karya seni ini dapat membawa berkah dan Pemilu damai," kata Iwan.
Wednesday, June 26, 2019
Agar Anak Tidak Hobi Menggambar di Dinding
Menggambar merupakan kegiatan yang senang dilakukan anak-anak. Kegiatan ini juga banyak bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, termasuk melatih kemampuan motorik dan daya imajinasinya.
Namun, kebanyakan anak menyukai bidang gambar yang luas, seperti dinding rumah. Pada situasi ini, apa langkah yang seharusnya dilakukan oleh orangtua?
Baca Juga: harga kaca
Psikolog anak Samanta Ananta, M. Psi menjelaskan, orangtua idealnya memperkenalkan satu media untuk digunakan anak menuangkan kreativitasnya. Misalnya, buku gambar, kanvas atau media lainnya.
Menurut Samanta, hal itu penting untuk mengajarkan anak sikap bertanggungjawab. "Boleh (menggambar) tapi di media yang disediakan itu. Supaya anak tahu aturan," kata Samanta ketika ditemui pada acara kick off Koko Olimpiade 2019 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Jika anak masih tetap ingin menggambar di dinding, orangtua bisa melakukan cara lain. Misalnya menggunakan cat tembok yang mudah dibersihkan dari noda atau menggunakan cat khusus yang membuat dinding nantinya akan seperti papan tulis.
Selain menggunakan cat, orangtua juga bisa menyediakan kertas yang ditempel di dinding untuk media anak menggambar. Samanta menjelaskan, interaksi orangtua akan membuat anak merasa bahwa langkah mereka diapresiasi.
"Bahwa orangtua mereka menyediakan dan ingin anak mengembangkan potensinya," kata perempuan yang gemar traveling ini. Efek positif menggambar Kegiatan seni memiliki manfaat untuk bisa mempromosikan pertumbuhan diri dan membuat seseorang merasa bahagia, salah satunya menggambar.
Artikel Terkait: tandon air
Menggambar dan mewarnai termasuk jenis seni yang paling mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Menggambar dan mewarnai terkadang bisa menjadi jalan keluar bagi anak pada situasi membosankan. Misalnya, ketika kumpul keluarga besar.
"Paling tidak anak merasa mereka tetap ada di lingkup keluarga tapi punya aktivitas yang bisa menjadi mood booster mereka," kata Samanta.
Samanta menjelaskan, seni dapat membantu meningkatkan kemampuan memori dan kepercayaan diri anak. Seni, termasuk menggambar, bisa sangat berpengaruh dalam melepaskan hormon kortisol atau hormon stres.
Sehingga, hormon endorfin atau dopamin mampu dilepaskan. "Efeknya sama seperti makan cokelat, sangat refresh," ucap Samanta. Rangkaian efek positif tersebut tidak hanya didapatkan lewat menggambar.
Bagi anak yang tidak suka menggambar bisa pula menjajal seni lainnya, seperti sablon pada kain atau bermain dengan malam. "Apapun seninya itu bisa memberikan efek anak punya mood yang lebih baik, lebih kreatif, emosi lebih stabil dan mendapatkan stimulasi sensori."
Pada anak-anak, sensori penting karena akan menstimulasi semua kerja otak.
Namun, kebanyakan anak menyukai bidang gambar yang luas, seperti dinding rumah. Pada situasi ini, apa langkah yang seharusnya dilakukan oleh orangtua?
Baca Juga: harga kaca
Psikolog anak Samanta Ananta, M. Psi menjelaskan, orangtua idealnya memperkenalkan satu media untuk digunakan anak menuangkan kreativitasnya. Misalnya, buku gambar, kanvas atau media lainnya.
Menurut Samanta, hal itu penting untuk mengajarkan anak sikap bertanggungjawab. "Boleh (menggambar) tapi di media yang disediakan itu. Supaya anak tahu aturan," kata Samanta ketika ditemui pada acara kick off Koko Olimpiade 2019 di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Jika anak masih tetap ingin menggambar di dinding, orangtua bisa melakukan cara lain. Misalnya menggunakan cat tembok yang mudah dibersihkan dari noda atau menggunakan cat khusus yang membuat dinding nantinya akan seperti papan tulis.
Selain menggunakan cat, orangtua juga bisa menyediakan kertas yang ditempel di dinding untuk media anak menggambar. Samanta menjelaskan, interaksi orangtua akan membuat anak merasa bahwa langkah mereka diapresiasi.
"Bahwa orangtua mereka menyediakan dan ingin anak mengembangkan potensinya," kata perempuan yang gemar traveling ini. Efek positif menggambar Kegiatan seni memiliki manfaat untuk bisa mempromosikan pertumbuhan diri dan membuat seseorang merasa bahagia, salah satunya menggambar.
Artikel Terkait: tandon air
Menggambar dan mewarnai termasuk jenis seni yang paling mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Menggambar dan mewarnai terkadang bisa menjadi jalan keluar bagi anak pada situasi membosankan. Misalnya, ketika kumpul keluarga besar.
"Paling tidak anak merasa mereka tetap ada di lingkup keluarga tapi punya aktivitas yang bisa menjadi mood booster mereka," kata Samanta.
Samanta menjelaskan, seni dapat membantu meningkatkan kemampuan memori dan kepercayaan diri anak. Seni, termasuk menggambar, bisa sangat berpengaruh dalam melepaskan hormon kortisol atau hormon stres.
Sehingga, hormon endorfin atau dopamin mampu dilepaskan. "Efeknya sama seperti makan cokelat, sangat refresh," ucap Samanta. Rangkaian efek positif tersebut tidak hanya didapatkan lewat menggambar.
Bagi anak yang tidak suka menggambar bisa pula menjajal seni lainnya, seperti sablon pada kain atau bermain dengan malam. "Apapun seninya itu bisa memberikan efek anak punya mood yang lebih baik, lebih kreatif, emosi lebih stabil dan mendapatkan stimulasi sensori."
Pada anak-anak, sensori penting karena akan menstimulasi semua kerja otak.
Inilah Kombinasi warna cat rumah yang trend tahun 2019
Setiap orang tentunya menginginkan sebuah hunian yang cantik dan nyaman, dan warna adalah salah satu aspek yang berpengaruh. Yuk cari tahu kombinasi warna cat rumah seperti apa yang sedang trend tahun ini:
Apakah Warna itu Penting?
Bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun sebuah hunian, mungkin tidak terlalu memperhatikan warna cat rumah tersebut. Memang betul banyak orang yang mengesampingkan pentingnya warna dalam sebuah benda.
Baca Juga: harga borongan bangunan
Padahal, nyatanya warna itu dapat mempengaruhi emosional seseorang loh. Yuk kita bahas sedikit soal warna.
Berdasarkan Voiceofcolor.com, warna dapat diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya dalam roda warna (color wheel).
Berdasarkan color wheel, terdapat tiga kelompok warna yaitu primary colors, secondary colors, dan tertiary colors. Ketiga kelompok warna tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Primary colors mencakup warna merah, kuning, dan biru dimana warna tersebut disebut primer karena merupakan warna dasar yang tidak dapat diciptakan melalui pencampuran warna lain.
Secondary colors mencakup warna oranye, hijau, dan ungu yang merupakan hasil perpaduan dua jenis warna primer.
Selain itu, terdapat tertiary colors yang merupakan perpaduan antara primary colors dan secondary colors, yaitu kuning-oranye, merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau.
Laman Voiceofcolor.com juga mengungkapkan bahwa warna dapat dibedakan kadar cerahnya atau sering disebut hue. Tingkat cerah suatu warna ditentukan berdasarkan kadar hitam yang terkandung di dalamnya.
Warna yang mengandung banyak hitam akan disebut dark colors, sedangkan warna yang sama sekali tidak mengandung hitam disebut bright colors.
Artikel Terkait: harga semen
Dalam laman Voiceofcolor.com, hitam dan putih tidak termasuk dalam jenis warna pada roda warna.
Apakah Warna itu Penting?
Bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun sebuah hunian, mungkin tidak terlalu memperhatikan warna cat rumah tersebut. Memang betul banyak orang yang mengesampingkan pentingnya warna dalam sebuah benda.
Baca Juga: harga borongan bangunan
Padahal, nyatanya warna itu dapat mempengaruhi emosional seseorang loh. Yuk kita bahas sedikit soal warna.
Berdasarkan Voiceofcolor.com, warna dapat diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya dalam roda warna (color wheel).
Berdasarkan color wheel, terdapat tiga kelompok warna yaitu primary colors, secondary colors, dan tertiary colors. Ketiga kelompok warna tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Primary colors mencakup warna merah, kuning, dan biru dimana warna tersebut disebut primer karena merupakan warna dasar yang tidak dapat diciptakan melalui pencampuran warna lain.
Secondary colors mencakup warna oranye, hijau, dan ungu yang merupakan hasil perpaduan dua jenis warna primer.
Selain itu, terdapat tertiary colors yang merupakan perpaduan antara primary colors dan secondary colors, yaitu kuning-oranye, merah-oranye, merah-ungu, biru-ungu, biru-hijau, dan kuning-hijau.
Laman Voiceofcolor.com juga mengungkapkan bahwa warna dapat dibedakan kadar cerahnya atau sering disebut hue. Tingkat cerah suatu warna ditentukan berdasarkan kadar hitam yang terkandung di dalamnya.
Warna yang mengandung banyak hitam akan disebut dark colors, sedangkan warna yang sama sekali tidak mengandung hitam disebut bright colors.
Artikel Terkait: harga semen
Dalam laman Voiceofcolor.com, hitam dan putih tidak termasuk dalam jenis warna pada roda warna.
Subscribe to:
Posts (Atom)